Enginesport.co – Balap malam tahun baru di sirkuit Mandala Krida Jogjakarta (31/12) berlangsung meriah, aman dan terkendali. Ini adalah garapan promotor Najib M Saleh yang ke 19 kalinya. Ada 298 stater yang didominasi tim privateer dari Kalimantan, Sumatra, Sulawesi, tak ketinggalan Jawa Barat, Jawa Tengah, DIY, Jatim, Madura.
Kelas kelas Matic dan 2Tak masih menjadi primadona, stater terbanyak di tiap kelasnya. makin asyik karena Najib M Saleh kembali membuka kelas Vespa yang sempat terhenti selama 3 tahun. Duel memperebutkan posisi 5 besar langsung hot apalagi lay out trek tergolong baru termasuk aspalnya, sekarang mulus banget.

Idris SM dari Madura yang acap gaspol di Jawa meraup hasil manis di road race malam tahun baru Jogjakarta. Naik podium satu di tiga kelas yang berbeda dan dua kelas lainnya nembus 3 besar. Action Idris SM di Jogja adalah yang terakhir di kelas pemula karena tahun 2019 doi naik ke jenjang seeded.
“Yoi om tahun 2019 saya naik seeded dan sudah tidak bareng tim BROMO lagi tapi gabung dengan HONDA SHAKEPEARE,” ujar Idris SM.

Najib M Saleh selaku promotor tetap akan menayang road race tahun baru kedepannya. Selain sudah tradisi pastinya menjadi ikon balap Jogja. Kondisi aspal anyar dan renovasi halaman parkirnya membuat Najib M Saleh lebih semangat lagi untuk bikin road race siang hari di sirkuit legendaries Mandala Krida.
“Lha kalau kita tayang balap malam terus tiap tahun sampai 19 kali masak bikin siang hari nggak boleh, pastinya tentu boleh lah kan selama ini ya aman aman saja. Tetapi perkara bikin road race siang hari disini nanti kita lihat sikonnya dulu,” senyum Najib MSaleh.

Sementara itu dikelas Matic Wanita tercatat ada 16 stater, ini paling banyak sejak kelas Matic Wanita tayang di nite race tahun baru Jogjakarta. Fishicella KW yang menyandang jubah juara umum kelas wanita 130 cc STD Motoprix 2018 gagal naik podium satu. Doi mendapat perlawanan ketat dari Dian Primita yang sukses jadi leader sepanjang 6 laps. Dian Primita tampil perfect dengan start yang mulus. Lap by lap dilahap Dian Primita dengan ciamik padahal kondisi aspal basah karena hujan. Sedangkan Fisichella KW sendiri harus puas finish ke dua.

Tak kalah meriah adalah saat pergantian tahun, pesta kembang api cukup lama disambut sorak sorai penonton. Pagar pagar dibuka dan penonton dengan tertib memasuk arena sirkuit. Kelar pesta kembang api penonton kembali ke balik pagar untuk menyaksikan road race lagi. Pas adzan subuh berkumandang tayangan balap selesai. Mantab!. Unang

Leave a Reply