Enginesport.co – Di dunia balap Indonesia khususnya Jawa Tengah siapa yang tak kenal Tommy Widjanarko. Yup, pria ramah ini acap memakai atribut IMI dan statusnya adalah Pimpinan Lomba atau Juri di event balap. Di Kejurnas Motoprix Boyolali 2025 kemaren juga bertugas sebagai Pimpinan Lomba. Bukan hanya di Jateng saja tugasnya, luar Jateng sampai luar Jawa di jabanin.
Event ballap roda dua maupun roda empat acap di pimpin oleh Tommy Widjanarko. Akrab dengan pembalap, crew, mekanik, komunitas balap sampai media alias wartawan. Tegas dalam mengambil keputusan, bijaksana dan luwes. Saat menjalankan tugasnya tak hanya duduk manis. Tetapi mondar mondir dari garis start, ke padock, masuk lintasan dll memastikan segala sesuatunya berjalan lancar.
“Pelanggaran yang dilakukan atlit balap bisa kena sanksi, apalagi yang tergolong pelanggaran berat. Kita kasih peringatan kalau ngeyel ya kita tegasin tidak boleh balap atau KIS di cabut. Keputusan selain tegas harus luwes dan bijak juga lah,” kata Tommy Widjanarko.
Kariernya berawal tahun 1998, merupakan anak didik sesepuh tokoh balap Jateng Drs Lilik Kusnandar. Tommy Widjanarko belajar dari nol, mulai lap score, petugas start dll. Tahun 1999 doi mengikuti ujian untuk mendapatkan lisensi dari Ikatan Motor Indonesia (IMI). Hasilnya lulus dengan nilai memuaskan, sampai sekarang Tommy Widjanarko masih aktif bertugas dan memegang lisensi resmi dari IMI atau Ikatan Motor Indonesia.
“Saya memulai dari nol saat merintis karier di dunia otomotif khususnya racing. Ikut ujian, lulus dan mendapatkan lisensi. Memegang lisensi A, yang ini resmi untuk jadi Pimpinan Lomba,” ujar Tommy Widjanarko.
Pria bertato ini bisa dikatakan paling muda yang memegang lisensi A dari IMI, maklum masih berusia 48 tahun. Ia juga merupakan owner dari event organizer RCQU yang bergerak di belantara balap. Urusan lisensi, Tommy Widjanarko memegang 3 kategori yaitu Road Race, Drag Race dan Motocross. Mantab!. Unang

Leave a Reply