
Salah satu pebalap pemula berbakat dari Pekalongan dan merupakan generasi baru adalah Evan Satria. Tahun lalu ia mampu nembus 3 besar di Motoprix Jogjakata dan Motoprix Wonogiri. Tahun 2017 memasuki kejurnas Motoprix seri 1 di Purwokerto dan seri 2 di Subang, Evan Satria yang gabung di tim Borneo mengalami nasib kurang bagus. Termasuk saat QTT juga belum maksimal dan dapat grid belakang. Di Purowkerto mesin tiba tiba mati, di Subang sokbreker belakang nyeplos pas masuk tikungan dan Evan Satria terjatuh.
Sebenarnya nasib kurang baik Evan Satria berawal dari kecelakaan yang mengakibatkan kaki kirinya patah dan harus di pen. Oleh dokter diklaim harus istirahat total selama 6 bulan. Namun hal tersebut diabaikan dan Evan Satria pilih ikutan Kejurnas Motoprix . Tentu saja dengan kondisi yang tidak prima pengaruhnya besar sekali. Benar saja pas QTT tidak bisa mencatat waktu bagus.

“Sejak kaki patah memang tidak pernah latihan rutin lagi. Saya sadar, tapi untuk QTT masih mampu lah dan dibutuhkan motor kenceng untuk bisa nembus 5 besar. Saya berusaha untuk naik podium tahun ini, tinggal mulai rutin latihan lagi. Kan kaki sudah mulai membaik,” ujar Evan Satria. Sip dan tetap semangat Evan!. Unang

Leave a Reply