SIAPA SAJA PEBALAP PATI YANG ACAP MAIN DI LEVEL MOTOPRIX DAN BERPELUANG PUNYA PRESTASI BAGUS DI TAHUN 2019?

Enginesport.co – Selain Herjun AF yang sudah main di level Asia, kota Pati punya pebalap yang bagus bagus. Di iklim road race Jateng yang makin bergairah mereka rajin gaspol baik di level Kejurdanan, OMR maupun Kejurnas Motoprix. Bahkan pemain lawas pun mulai bermunculan kembali.  Tak kalah dengan generasi anyar beberapa diantaranya terjun di road race, lainnya pilih fun race. Kita simak yuk siapa saja mereka.

Febrian M Yusuf

Febrian M Yusuf, paling kecil dan sudah menekuni balap sejak tahun 2017. Tahun 2018 adalah masa dimana Febrian M Yusuf mulai berkembang lebih greng lagi. Kalau dulu pada awal munculnya mempunyai jurus menghindar karena porsi tubuh nya yang imut. Sekarang sudah berani duel head to head walau resikonya harus jatuh.

Urusan naik podium kalau 5 besar pasti dapat. Malah belakangan ini doi sering naik podium 1. Mampu mengendalikan emosinya dan permasalahan lain ketika balap alias tidak melulu gaspol saja. Memasuki tahun 2019 motor Febrian M Yusuf harus di push dan recovery lagi agar bisa lebih kompetetif. Saatnya doi memasuki babakan baru dan berprestasi 3 besar di tahun 2019 khususnya Motoprix.

Bagaskara Yonar

Bagaskara Yonar, awalnya adalah croser lantas pindah haluan ke road race. Masih di kisaran 5 besar naik podiumnya di level balap Kejurda. Menekuni Motoprix dan HDC kelas STD dan Sport 150 cc STD. Dari tahun ke tahun jam terbangnya cukup banyak tetapi memang belum mencolok banget. Tahun ini pacuannya harus dibikin galak lagi agar bisa duel di group depan.

Kalau perkara stamina dan skil sih sudah bagus, tapi tanpa motor yang kompetetif ya eman eman. Kalau perlu motor Bagaskara Yonar di setingkan ke mekanik top. Kalaupun harus bertahan dengan mekanik lokal cari yang sudah punya nama ciamik dan terbukti juara.

Farid Yoga

Farid Yoga, yang ini di level Kejurdanan sering masuk 5 besar. Termasuk pemain lama, tahun 2018 sempat gabung di tim privateer HONDA HOKKY DUCK 57 untuk main di Kejurnas Motoprix. Tapi belum ada kemajuan yang cukup signifikan dan doi sempat dilirik oleh tim profesional Fasttech Jogjakarta. Sayangnya sampai sekarang memang belum ada deal dengan Fasttech.

Farid Yoga

Farid Yoga memang sudah saatnya mentas dari level Kejurdanan dan fokus ke Motoprix. Kalau hanya main di Kejurdanan ya prestasinya paling mentok disitu saja. Farid Yoga butuh pengalaman main di level Kejurnas Motoprix full seri. Mumpung usianya masih muda dan punya motivasi tinggi untuk berkembang lebih jauh lagi.

Teguh Warwer, kalau yang ini sih namanya sudah beken. Tahun 2017 come back lagi kedunia road race setelah bertapa cukup lama. Jadi joki tim tim privateer untuk main di Kejurda dan Motoprix. Prestasi terbaiknya setelah kembali balapan adalah podium 3 event bergengsi INDOCLUB CHAMPIONSHIP di sirkuit permanen Mijen Semarang.

Teguh Warwer

Sayangnya ketika jadi joki tim lain rata rata motor yang dibesutnya tidak kompetetif alias loyo kadang malah mrebet mrebet dan tak jarang mesin tiba tiba mati. Teguh Warwer memang harus kerja keras gaspolnya ketika motor yang dipacunya tidak kenceng, kadang bisa finish ke 5 tak jarang hasilnya blong. Doi juga banyak di incar tim tim privateer bonafid. Jadi penasaran nih lihat action Teguh Warwer di road race.

Masih banyak sih sebetulnya pebalap dari Pati, kebanyakan dari mereka memang tidak bisa konstan main full seri di Motoprix. Biasanya sudah merasa cukup di level Kejurdanan.  Sedangkan Febrian M Yusuf, Bagaskara Yonar, Farid Yoga dan Teguh Warwer paling aktif balap di level Kejurnas Motroprix. Kita lihat saja action mereka ditahun 2019 ini. Gas!. Unang

 

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*