Enginesport.co – Farid Ali kembali menyita perhatian pemerhati balap, gaspol Grand Final Motoprix Semarang 2025 (15-16/11). Nyaris pecah telor di kelas 2Tak Std 125 cc Exrider. Mendominasi selama 6 lap tapi last lap diovertake Diaz Kumoro Jati. Walau runner up tapi ini penampilan terbaik Farid Ali dari tim Oxygen GYM Kroya dua Putra AM_32 Purworejo. Yang kelas 2Tak Std 116 cc Exrider masih nyangkut podium ke 4.

Besutan warna putih ini di seting oleh Arif Maulana. Motor miliknya pernah dipinjam Farid Ali pas ikut Super Prix Semarang. Waktu itu doi mampu naik podium tertinggi alias juara 1 di kelas Exrider. Akhirnya motor Farid Ali di seting persis plek besutan pinjaman untuk balapan. Riset by riset terus berlangsung tapi belum membuahkan podium. Bahkan di event bergengsi LFN Semarang gagal podium.

“Mulai naik podium di Motoprix seri terakhir Boyolali, dapat juara 5. Lanjut event Superprix Purwokerto ke 4. Di dua event tersebut dapat grid bagus row depan. Tapi karena setingan belum sip hanya nembus 5 besar saja,” jelas Farid Ali.
Kali setingan motor sudah oke, tapi kendalanya tuas kaki rem belakang bermasalah, ada bagian yang nggak beres. Pantesan saat gaspol 116 cc kaki kanan Farid Ali acap bergerak seperti membetulkan sesuatu. Ini yang membuat gagal fokus dan hanya bertahan di podium 4. Saat jeda bagian bermasalah tadi sudah di las dan layak pakai untuk lanjut duel 125 cc. Yup, besutan warna putih ini di gangbang dua kelas 116 cc dan 125 cc.

Hasilnya? Farid Ali langsung ngacir meninggalkan lawan selama 4 putaran. Harapan juara sepertinya sudah di depan mata eh memasuki lap ke 5 melorot lantaran di overtake Roni Pinguin dan Diaz Kumoro Jati. Last lap Farid Ali mengambil alih posisi terdepan lagi dan duel seru melibatkan Diaz Kumoro Jati. Memasuki tikungan terakhir doi masih bertahan, pas keluar tikungan Farid Ali agak oleng dan kesempatan ini dimanfaatkan lawan untuk overtake. Diaz Kumoro Jati finish pertama, kedua Farid Ali, ketiga Roni Pinguin, keempat Roby Harmoko, kelima Devi Tembong.

“Rem belakang tiba tiba bermasalah lagi di tengah lomba. Saya sudah berusaha membuat gep jauh tapi Diaz tiba tiba berada dibelakang saya lagi. Memasuki R terakhir saya sedikit oleng sudah nggak bisa ngejar lagi,”uja Farid Ali dan mekanik Arif Maulana.
Kelar Grand Final Motoprix Semarang 2025 masih ada agenda balap bergengsi satu lagi yaitu Superprix Boyolali (21-22/11). Farid Ali mengatakan siap gaspol Superprix Boyolali sekaligus memperbaiki perolehan podiumnya. Mantab!, semoga dapat podium 1 Farid Ali, gaspol!. Unang

Leave a Reply