Enginesport.co – Java Race Championship 2026 memang event yang bergengsi dan banyak diminati. Putaran 1 di sirkuit Mijen Semarang (18-19/4) berlangsung sukses. JRC menarik perhatian M Hanif BZ untuk gaspol lagi setelah absen cukup lama. Ex Rider Bebek 2Tak 116 cc SStd dan 125 cc Std jadi pilihan. Menyadari persiapan mepet M Hanif BZ tidak memasang target podium.

“Motor baru jadi kemaren, inipun belum maksimal pas QTT juga trouble. Bodi dan mesinnya masih belum beres. Yang 116 dapat grid 13, yang 125 cc ke 20, eh malah sempat terjatuh tadi. Sempat vakum 2 tahun gegara pergelangan tagan patah,” jelas M Hanif BZ.
Pembalap asal Purwodadi ini tak menyerah, race day gaspol habis habisan. Tapi lantaran motornya terkendala doi hanya bisa finish ke 8 di kelas bebek 2Tak 116 cc Std. Sementara yang 125 cc finish ke 12, hasil tersebut sudah lebih baik dan maksimal. Menurutnya speed motor sudah mentok, mau dipaksain ngejar jelas tak mampu.
Masih punya kesempatan di partai final Java Race Championship yang jadwalnya di Mijen lagi. Prepare lebih sip untuk memburu 5 besar, peluang masih terbuka lebar di babak final. Walau pun begitu M Hanif BZ mengakui lawan tergolong berat dan motornya kencang kencang. Hasil Java Race Championship putaran 1 di kelas Ex Rider menjadi pembelajaran positif.
Kabar baiknya M Hanif BZ sekarang berbisnis apparel. Kaos menjadi pilihan dengan sasaran kaum balap dan kawula muda. Brand nya bernama Petangguh, doi juga sudah mempersiapkan rumah produksi, peralatan, sdm dll. Kedatangannya di dunia apparel bukan menjadi pesaing label top yang sudah ada. Tapi menjadi pilihan bagi konsumen untuk memilih.
“Iya om saya sekarang bikin apparel belum lama juga kok. Tahun ini jadi awal kebangkitan saya di road race dan bisnis apparel,” senyum M Hanif BZ. Mantap!, sukses ya Hanif. Unang

Leave a Reply