
Kondisi sirkuit Tawang Mas sekarang ini sungguh memprihatinkan. Bagaimana tidak? Sirkuit permanen yang dulu bisa dikatakan bagus kini sudah sangat tidak terurus. Memang sih belakangan ini acap dipakai untuk dragbike dan road race, tetapi hanya sesekali saja. Padahal dulu sekitar tahun 1996 sampai tahun 2005 sirkuit Tawang Mas mengalami masa kejayaan. Maksudnya event kejurda dan kejurnas plus OMR sering tayang di sirkuit Tawang Mas. Ketika itu urusan pengelolaan sirkuit dipegang oleh pihak swasta yaitu DEA.
Dulu ada ribun yang cukup luas untuk penonton , sekarang sudah hilang . Istimewanya dari tribun ini kita bisa meliha seluruh sirkuit. Jadi sangat asyik nonton bala di tribun dibanding dari tepian sirkuit. Melongok ke treknya, disana sini ada genangan air dan aspal yang mengelupas. Selain tak terawat juga beberapa bagian trek tergenang air rob. Rumput ilalang cukup tinggi dan lebat.

Sirkuit berbentuk gunting ini hanya separo saja yang digunakan. Beberapa bagian sebelah timur dan selatan sudah tak terpakai lagi karena tergenang air rob. Hanya trek aman saja yang digunakan , beberapa diantaranya dibagi dua jalur. Sebenarnya trek jadi sempit dan berbahaya tapi hanya inilah solusi terbaik kalau dipakai buat balapan road race.
Hari Sabtu biasanya pebalap dan mekanik Semarang seperti Deni Adtiya, Bowo Pethe, Imam Safii dll pada latihan atau sekedar nglemeske awak plus seting mesin. Hari lainnya giliran anak anak dragbike yang latihan. Kondisi ini masih bisa dilakukan walau dalam latihan pun sempat memakan korban jiwa. Waduh, blaiks. Unang


Leave a Reply