Enginesport.co – LSI Drag Bike Championship Trial 2019 di sikuit tua Tawang Mas Semarang (10/11) membludak dipadati 670 stater. Mayoritas adalah pembalap pemula dan liaran yang ingin belajar trek lurus sesuai regulasi. LSI adalah EO yang memang sejak awal memfasilitasi dan komitmen memberi pembelajaran kebut 201 meter.

Jangan heran kalau akhirnya muncul bibit anyar yang mulai naik daun, salah satunya adalah Nanang Klowor. Tim tim privateer yang awalnya main liaran, setelah ikut LSI Drag Bike Championship Trial mulai menata diri. Mereka jadi paham kalau balap yang sebenarnya adalah di sirkuit alias bukan di jalan raya. Lantas melakukan riset mesin agar pacuan makin ngacir, termasuk memasang brand top untuk menunjang perfoma.

Tim privateer K2TNN Racing Feat Bos Ceerte dari Jepara layak diacungi jempol. Menggandeng Nanang Klowor, Vano K Mahendra, Reynal Rey sukses meraih juara 1 dan 2 di kelas Matic TU 200 cc Pemula. Sedangkan Reynal bertengger di poisi 4. Besutan Matic yang sudah dibekali produck top RCB ini juga digaspol oleh Putri Ciprut dan sukses naik podium tertinggi di kelas FFA 200 cc Matic Wanita
Pembalap cewek lain yaitu Arizka, Ina Nunil juga memakai motor yang sama. Arizka tercepat ke 2, Inna Nunil ke 3 kelas FFA 200 cc Matic Wanita. Catatan waktu yang di tempuh Nanang Klowor dan Putri Ciput sama sama nembus angka 7 detik beda belakangnya saja. Nanang Klowor 7.748 sedangkan Putri Ciprut melahap 7.7936 detik.
“Kami sengaja pakai brand RCB yang memang sudah terbukti kualitasnya dan handal. Pelek depan belakang RCB, rem cakram depan plus kalipernya RCB, sobkreker belakang RCB. Rem depan RCB terbukti pakem, safteynya oke walaupun area titik pengereman pendek,” kata Rudi Muhammad Nor, manajer tim K2TNN Racing Feat Bos Ceerte.
Rudi Muhammad Nor menambahkan kalau sokbreker RCB memamg sudah mumpuni. Banyak tim papan atas yang sudah memakai sokbreker RCB. Reboundnya bisa disetel sesuai keinginan joki. Saat start sokbrekr RCB bisa mengantipasi roda belakang agar tidak liar membuang kanan kiri. Begitu lampu hijau dan motor di gaspol tetap lurus hingga finish. Ini yang membuat catatan waktu Nanang Klowor dan Putri Ciprut bisa nembus 7 detikan. Top markotop!. Unang

Leave a Reply