INI DIA PEBALAP CILIK YANG BAKALAN BIKIN KEJUTAN DI ROAD RACE

Enginesport.co – Memasuki awal tahun 2018 dunia road race makin seru saja. Baik itu yang levelnya nasional atau kejurda. Tak kalah menariknya adalah action pebalap kecil yang tarung memakai motor bebek 4Tak khususnya kelas MP5 dan MP6. Ada yang sudah memulainya sejak beberapa tahun lalu dan ada juga yang berstatus new comer. Beberapa diantaranya mulai coba coba naik bebek 4Tak setelah puas main pocket bike. Siapa saja mereka?

Wahyu Nugraha, tahun lalu  juara 1 di YCR Solo. Foto Unang
Wahyu Nugraha, tahun lalu juara 1 di YCR Solo. Foto Unang

Wahyu Nugraha dari Boyolali tentu saja paling menonjol, maklum doi sudah terjun balap sejak pertengahan tahun 2016. Selama itu Wahyu Nugrhoho harus jatuh bangun gaspol di belantara road race. Pretasinya di event Kejurda dan Kejurnas cukup bagus dan acap nembus 5 besar. Klimaksnya tahun lalu di event bergengsi Yamaha Cup Race Solo Wahyu Nugraha bisa naik podium tertinggi. Fokusnya jelas di Kejurnas dan YCR.

Selain main di road race bocah yang masih berusia 12 tahun ini adalah seorang Free Styler terkenal. Ia acap menjadi tandem dari Free Styler Internasional Wawan Tembong yang merupakan kakak kandungnya sendiri. Wahyu Nugraha sekarang digaet tim pabrikan Yamaha Bahtera Racing, main dikelas MP5 dan MP6.

Hokky Ramadinata. Foto Unang
Hokky Ramadinata. Foto Unang

Hokky Ramadinata asal Purbalingga adalah andalan tim privateer Mayong Racing Team. Tahun lalu sudah fokus di kelas MP5 dan MP6 itupun baru terbatas di Kejurda dan cukup lumayan penampilannya. Prestasinya sih masih biasa biasa saja kadang dapat podium 3 besar tak jarang kalah dan terjatuh. Tipikalnya ngotot kalau gaspol alias tak gampang menyerah. Tahun ini Hokky Ramadinata mulai fokus di Kejurda, Kejurnas dan OMR Honda.

M Diandra. Foto Didit
M Diandra. Foto Didit

Paling gres dan heboh adalah terjunnya M Diandra juara nasional Motocross kelas Novice 65 cc tahun 2017. Ya bocah imut kelahiran Jogjakarta yang masih berusia 9 tahun ini pindah haluan ke road race. Debutan pertama adalah ikut Old N New Nite Race 2018 di sirkuit Mandala Krida Jogjakarta. Memang penampilan perdana yang berlangsung malam hari hanya sempat ikut QTT saja tetapi gaspolnya cukup menyita perhatian.

M Diandra tahun ini pindah jalur Road Race. Foto Unang
M Diandra tahun ini pindah jalur Road Race. Foto Unang

Tak lanjut di final lantaran masalah savety, maklum bokapnya Triswahyudi pemilik knalpot ternama Creampie melarangnya untuk tampil. M Diandra sendiri sudah didera ngantuk berat dan terlalu riskan kalau harus ikut final. Jauh jauh hari M Diandra dilatih oleh pebalap beken Sudarmono. Gaya balap motocrossnya masih kelihatan banget, ini bisa dilihat kalau membesut motornya badannya tegak. Perkara phisik jangan diragukan lagi.

Nicky Hayden Foto Unang
Nicky Hayden Foto Unang

Dan bocah imut terakhir adalah Nicky Hayden from Jogja. Didunia Pocket Bike namanya sudah popular dan acap menggondol juara 1. Pertengahan tahun lalu ia sudah mulai mencoba bebek 4Tak. Memang sih beberpa kali ikutan belum bisa naik podium. Fokusnya masih adpatasi motor dan sekedar mengasah kemampuan. Posturnya yang mungil memang agak susah menaklukan bebek 4Tak yang bongsor.

Nicky Hayden masih pembelajaran. Foto Unang
Nicky Hayden masih pembelajaran. Foto Unang

Lihat saja pas start, Nicky Hayden tidak duduk diatas jok melainkan berdiri, semetara pantatnya sekedar nempel di jok saja. Begitu lampu merah padam ia harus buka gas sekaligus duduk dijok. Dan ini tentu tentu cukup merepotkan bagi Nicky Hayden. Beruntung doi bukan tipikal pebalap yang aleman jadi enjoy saja gaspolnya. Selain fokus kejurdanan di event Yamaha Cup Race Solo 2017 juga ikutan balap di kelas MP6. Tahun ini kelas Pocket Bike tetap akan diikuti termasuk kelas MP6.

Hokky Ramadinata butuh motor kenceng. Foto Unang
Hokky Ramadinata butuh motor kenceng. Foto Unang

Dari ke 4 pebalap tersebut yang paling berpeluang mendulang pretasi adalah Wahyu Nugraha. Sedangkan M Diandra harus memperbanyak jam terbang dan prediksi enginesport.co bakalan cepat adaptasinya. Sebab M Diandra sudah punya basic kuat di Motocross, khususnya urusan phisik. Sementara Hokky Ramadinata yang sudah acap main di MP5 dan MP6 perlu polesan motor kenceng. Khusus M Diandra dan Hokky Ramadinata kalau mereka ketemu bakalan rame. Maklum dua duanya punya motivasi yang cukup tinggi. Nah kita tunggu saja perkembangan mereka lebih lanjut. Unang

 

 

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*